Selasa, 11 Oktober 2011

Pantun dan Contohnya

Pantun hampir sama seperti halnya berbentuk puisi.Akhir-akhir ini sering kita dengar pantun di televise.Bagaimanakah cara menyusun pantun?
coba kita lihat beberapa contoh pantun di bawah ini:

1.
Burung nuri burung dara
Taman pesisir taman kayangan
Cobalah cari wahai saudara
Makin diisi makin ringan

2.
Pohon manggis di tepi rawa
Tempat kakek tidur beradu
Sedang menangis nenek tertawa
Melihat kakek bermain gundu

3.
Orang padang mandi di gurun
Mandi berlimau bunga lada
Hari petang matahari turun
Dagang berilinang air mata

4.
Kalau tuan pergi ke tanjung
Kirim sahaya sehelai baju
Kalau tuan menjadi burung
Sahaya menjadi ranting kayu

(Sumber:Modul Sejarah Sastra Indonesia UT)

5.
Jalan-jalan ke purwodadi
Jangan lupa singgah di Simpang Lima
Jadi orang harus tahu balas budi
Kalau tidak pasti akan hina

6.
Mrapen dikenal api abadi
Bledug Kuwu penghasil garam
Anak yang baik mengenal budi
Agar hidup tidak suram

7.
Ada orang pergi ke sungai
Ke sungai menjaring ikan
Jika kamu ingin pandai
Rajinlah mengikuti pelajaran

8.
Jalan-jalan ke kota Semarang
Tidak lupa membeli kemeja
jika ingin memperoleh uang
rajinlah kau bekerja

9.
Dari pada disini bengong
Mending pulang ke rumah
Dari pada jadi orang sombong
Mending jadi orang yang ramah tamah

10.
Ke sungai mencari ikan
Mencarinya dengan jala
Seringlah berbuat kebaikan
biar dapat banyak pahala

11.
Jalan-jalan ke Borobudur
Tidak lupa mampir ke kota
jika kita hendak tidur
jangan lupa untuk berdoa

12.
Dari Bandung ke Denpasar
Perginya naik pesawat
Sekarang sudah waktu asar
Cepat-cepatlah untuk shalat

13.
Sudah pagi waktunya ke pasar
Ke pasar untuk menjual dondong
saat ini kamu sudah besar
jangan jadi orang yang sombong

14.
Daun salak daun pandan
Burung dara terbang ke angkasa
Bulan ini bulan ramadhan
sudah waktunya untuk berpuasa

15.
Lima lelaki enam perempuan
Beli parfum wangi sekali
Hati-hati memilih kawan
Agar tidak menyesal nanti

16.
Pergi ke rawa naik kuda
pergi ke kebun memetik salak
Ku lihat dirimu ada yang berbeda
oh ternyata kepalamu sudah botak

17.
Daun jatuh kedalam semak
jatuh melayang apa adanya
Meski ilmu penuh sesak
tidak disebarkan apa gunanya

18.
Berakit-rakit kehulu
berenang renang ketepian
bersakit-sakit dahulu
bersenang-senang kemudian

19.
Buah semangka dibelah dua
masak pisang diatas peti
dari muda sampai ke tua
hidupku kan selalu menanti

20.
Burung dara burung gemak
berjalan lambat sampai ke lembah
kalau ingin dihargai orang
hatinya mulia dalam bertingkah

21.
Pohon karet daunnya gugur
Air mengalir dari atas ke bawah
Seperti pohon tumbh subur
Iman dan amal haruslah ditambah

22.
Daun salak berduri tajam
Ada kaki ada jemari
Setiap hari setiap jam
Berbuat dosa wajib dihindari

23.
Bumi ini semakin berputar
Berputar seperti roda
Harusnya kita mencoba bersabar
Agar semua bias terlaksana

24.
Setiap kertas yang ditulis
Warna merah tanda bahaya
Diri ini ingin merilis
Agar cepat bias berkarya

25.
Angin berhembus sepoi-sepoi
Cintanya sebesar samudra
ku ingin menjadi koboi
Agar bias taklukan kuda

26.
Pantai ancol pantai marina
Buah duku buah manggis
ku ingin bertanya
Siapa namamu gadis?

27.
Satu hari dua puluh empat jam
Racun mematikan namanya bias
Seperti duri yang tak tajam
Aku pun diam seribu bahasa

28.
Seperti air tak pernah pudar
seperti diriku dan dirimu
Matahari selalu pancarkan sinar
Bagaikan kedua bola matamu

29.
Berpikul kayu bahu membahu
Air membeku api membara
Disini kau coba ingin tahu
Cintaku bagaikan samudra

30.
Tidak melihat mata ini buta
Buah durian kulitnya duri
kau bias meraih cita-cita
semua ini bukanlah mimpi

31.
Berlayar ke pulau Bangka
Sambil berlayar membawa jamu
kan ku lepas semua kata
bahwa aku menyayangimu

32.
Buah salak buah duku
Taman impian taman kayangan
Seperti jalan yang berliku
Hidup ini penuh tantangan

33.
Kapal berlayar dari cina
pulang bermuat papan peti
perbuatan lebih sempurna
tak akan nada sesal dihati

34.
Kotor lawan kata bersih
Kecil lawan kata besar
hey kau yang berbaju putih
Jadi orang jangan sok kasar

35.
Kepasar berdagang jamu
Melihat rumput tunbuh di taman
Sungguh aku mencintaimu
Walau kita sebatas teman

36.
Sebuah nama telah habis
Tiada tara untuk bertanya
Hati ini ingin menangis
Melihat dirimu dengan dirinya

37.
Lembaran baru sering kubuka
lembut hati lembut tingkah
kuingin sesekali bertanya
apakah ada yang berubah ?

38.
lima hari aku punya
lima jam lamanya waktu
Kuingin sesekali bertanya
siapakah namamu ?

39.
Berburu ke padang datar
mendapat rusa belang kaki
berguru kepala ajar
bagai bunga kembang tak jadi

40.
Tujuh hari sama dengan sepekan
tujuh kertas warnanya biru
Kali ini kutemukan
artinya hadirmu disisiku

41.
beli nanas di bayar tunai
kirim sahaya sehelai baju
Aku disini ingin menilai
seberapa besar kemampuanmu

42.
Beli duku disiang hari
ada tempe ada tahu
kemanapun kamu pergi
aku akan selalu merindukanmu

43.
Burung jalak mati dibuang
burung elang hinggap di kuda
saat kerja mencari uang
jangan lupa untuk berdoa

44.
Buah nanas warnanya pirang
Dari nasi menjadi bubur
Hari ini sudah petang
Sudah waktunya untuk tidur

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar